statistik pengunjung

Rabu, 27 Oktober 2010

DAHSYATNYA LETUSAN MERAPI

Semburan Wedhus Gembel Capai Ketinggian 1,5 KM

Sleman - Hingga pukul 19.00 WIB, semburan awan panas (wedhus gembel) gunung Merapi masih terus berlangsung. Semburan awan panas sangat dahsyat. Saat menyembur, ketinggian awan panas sempat mencapai ketinggian 1,5 KM.

Akibat semburan awan panas ini, hujan debu kemudian mengguyur kawasan lereng-lereng Merapi. Bahkan debu di kawasan Kaliurang, Sleman, DI Yogyakarta, tampak sangat pekat.

Para warga Kaliurang yang sebelumnya masih bertahan di daerahnya, sekitar 5 KM dari puncak Merapi, langsung berhamburan menuju titik kumpul evakuasi, begitu mendengar sirine berbunyi. Pakaian mereka penuh dengan debu vulkanik. Rambut warga juga tampak memutih dipenuhi debu.

Kendaraan-kendaraan yang turun dari Kaliurang juga diselimuti debu vulkanik. Bahkan, kaca-kaca mobil tampak berdebu tebal.

Hingga malam ini, suasana di Jalan Raya Kaliurang tampak masih ramai. Proses evakuasi warga-warga Kaliurang ke barak-barak pengungsian masih berlangsung. Para warga yang diungsikan juga sudah menggunakan masker.

Awan panas Merapi ini diperkirakan bersuhu 600 derajat Celcius. Karena itu, awan panas ini dinilai sangat membahayakan. Sekitar tiga kecamatan di lereng Merapi di kawasan kabupaten Sleman harus dikosongkan. (asy/gah)

Sleman - Semburan awan panas (wedhus gembel) Gunung Merapi membuat warga Kaliurang, Kabupaten Sleman panik. Sirine early warning system (EWS) berbunyi meraung-raung. Sementara hujan abu semakin pekat dan bau belerang semakin menyengat.

Merapi mulai memuntahkan awan panas sekitar pukul 17.02 dan 17.30 WIB, Selasa (26/10/2010). Hingga pukul 18.45 WIB, semburan wedhus gembel masih terjadi.

Debu vulkanik yang menyembur sebelumnya juga telah beterbangan di daerah Kaliurang, sekitar 5 KM dari puncak Merapi. Dengan turunnya wedhus gembel, hujan debu semakin pekat. Bau belerang juga semakin menyengat.

Sejak diketahui wedhus gembel keluar dari puncak Merapi, alat EWS langsung berbunyi. Mendengar bunyi alarm itu, warga pun berebut dan berlari menuju angkutan-angkutan evakuasi. Petugas SAR yang telah siaga di Kaliurang kemudian membagikan masker, karena debu makin pekat dan bau belerang makin menyengat.

Hingga saat ini, proses evakuasi masih terus dilakukan. Sebagian besar warga diungsikan ke posko pengungsian di Desa Hargobinangun, Pakem.

Sementara itu, sebelum wedhus gembel meletup, hujan deras sempat mengguyur Yogyakarta dan Sleman. Saat erupsi terjadi, puncak Merapi juga masih tertutup kabut dan suasana sangat gelap.

Material Letusan Merapi Mengalir ke Kaliurang

Jakarta - Gunung Merapi telah bererupsi dengan sifat erupsi elusif (aliran) dan bukan eksplosif. Aliran material yang berasal dari gunung berapi itu merupakan bukti letusan. Material letusan mengalir ke selatan Merapi.

"Itu sudah meletus. Karena berdasarkan pengalaman letusan Merapi sebelumya letusan merapi menyamping dan tidak menyembur ke atas. Seperti odol (pasta gigi)," kata Kepala Bidang Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMG) I Gede Swantika kepada detikcom, Selasa (26/10/2010) pukul 19.30 WIB.

Gede mengatakan, semburan material Merapi diperkirakan mengarah ke selatan, tepatnya ke arah Kaliurang, Sleman, Yogyakarta. Bukti letusan ditandai dengan menggumpalnya awan panas atau wedhus gembel yang membawa material pasir panas versuhu 500 derajat Celcius.

"Pasti segitu (500 derajat Celcius) panas material yang ada di wedhus gembel. Itu sudah pucak panas," katanya.

Gumpalan awan panas tersebut mampu mencapai 6 kilometer dari sumber letusan. "Kita berharap capaian awan panas hanya mencapai 4 kilometer," ujar Gede.

Dua kali gunung berapi ini memuntahkan awan panas atau wedhus gembel sore tadi. Debu akibat gempa vulkanik Merapi telah merambah hutan dan desa di sekitar lereng gunung tersebut. Akibatnya, kawasan hutan yang semula hijau kini tampak memutih.

Sampai saat ini, Merapi masih terus memuntahkan awan panas alias wedhus gembel. Seluruh warga Sleman yang berada di daerah rawan pun dievakuasi ke barak-barak pengungsian.

13 Warga Luka Bakar Dilarikan ke RS Panti Nugroho
Jogjakarta - Awan panas alias wedhus gembel dari aktivitas Gunung Merapi membawa korban. Setidaknya 13 warga mengalami luka bakar dan dilarikan ke RS Panti Nugroho Sleman, Yogyakarta.

"Informasinya sementara ada sekitar 13 orang yang masuk ke sini, Mbak," ujar Mara, petugas di RS Panti NUgroho saat dihubungi detikcom, Selasa (26/10/2010).

Mereka semua mengalami luka bakar. Namun tingkat keseriusan luka yang dialami warga masih belum dapat diinformasikan.

"Tadi masuk pertama sekitar pukul 18.30 WIB. Pertama ibu-ibu, lalu saya lihat simbah-simbah perempuan. Lalu masuk lagi 3-4 laki-laki. Sementara sekitar 13 orang itu, Mbak," kata Mara.

Ditambahkan dia, orang-orang tersebut merupakan warga Jrakah dan Kinahrejo. "Kinahrejo yang tempatnya Mbah Marijan itu, Mbak. Tapi nama korban belum bisa dikasih tahu, semua masuk UGD. Ada 1 orang yang mau dirujuk ke RS Sardjito, tapi kondisinya saya kurang tahu," ucap dia.
(vit/asy)
 


Selasa, 26 Oktober 2010

Gerakan Nasional Internet Sehat & Aman

Menteri Kominfo Tifatul Sembiring pada tanggal 25 Oktober 2010 pagi telah membuka secara resmi Rapat Koordinasi Nasional Kementerian (Rakornas) Kominfo Tahun 2010, yang bertema ”Gerakan Nasional Internet Sehat dan Aman (Gema Insan)”.

Sambutan pembukaan tersebut juga dirangkai dengan sejumlah sambutan penting lainnya ( key note speech ) yang disampaikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Agum Gumelar dengan topik
”Peran Pendampingan Keluarga Dalam Pemanfaatan Internet Sehat dan Aman”, Sekjen Kementerian Agama Bahrul Hayat (mewakili Menteri Agama) dengan topik ”Pentingnya Nilai-Nilai Agama Dalam Mendukung Internet Sehat dan Aman”, Staf Ahli Menteri Pendidikan Nasional Bidang Kerjasama Hubungan Internasional Herwindo (mewakili Menteri Pendidikan Nasional) dengan topik ”Peran Pendidikan Nasional Dalam Mengembangkan Budaya Internet Sehat dan Aman”, dan Ketua PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa dengan topik ”Peran Internet Sehat dan Aman Dalam Membentuk Akhlak Generasi Muda Bangsa”.

Dalam sambutannya dengan topik
”Gerakan Nasional Internet Sehat dan Aman Dalam Membangun Karakter dan Budaya Bangsa”, Menteri Kominfo mengatakan, bahwa pembangunan bangsa melalui penyediaan akses informasi, dan pendayagunaan teknologi informasi bagi seluruh masyarakat yang juga berfungsi sebagai pembentuk karakter bangsa perlu diimbangi dengan upaya penyediaan kuantitas konten yang berkualitas, peningkatan etika berinternet yang sehat dan aman dalam meminimalisir dampak negatif. Lebih lanjut Menteri Kominfo mengatakan, bahwa berdasarkan statistik, saat ini pengguna internet telah mencapai 1,9 miliar pengguna yang merupakan 28% dari penduduk dunia.

Menurutnya, di Indonesia sendiri, pengguna internet baik sambungan tetap maupun mobile mencapai 45 juta orang, dan 64% diantaranya berusia antara 15-19 tahun, dimana beberapa orang menyebut generasi ini adalah NETIZEN, generasi yang lahir setelah tahun 90-an. Mereka ini, menurut Menteri Kominfo, adalah generasi yang ketika lahir sudah mengenal keyboard dan monitor atau generasi yang sudah akrab dengan pemanfaatan TIK, termasuk internet. ” Dengan semakin meluasnya pemanfaatan TIK di berbagai sektor kehidupan masyarakat telah menyebabkan terbukanya peluang bagi penyalahgunaan TIK yang lebih dikenal dengan istilah kejahatan dunia maya atau cybercrime ,” kata Menteri Kominfo Tifatul Sembiring.


Rakornas Kominfo 2010 tersebut berlangsung pada tanggal 25 dan 26 Oktober 2010 dan dihadiri oleh sekitar 600 peserta yang terdiri dari unsur-unsur pejabat Kementerian Kominfo (baik pusat maupun daerah / unit pelaksana teknis), Pemda (Dinas / Badan Infokom Provinsi, Kabupaten dan Kota), para pimpinan penyelenggara pos, telekomunikasi, penyiaran dan ICT serta asosiasi yang terkait, kalangan perguruan tinggi, pemerhati dan sejumlah pakar ICT. Seusai sejumlah sambutan pokok disampaikan, acara telah berlanjut dengan suatu penanda-tanganan nota kesepahaman tentang Gerakan Nasional Internet Sehat dan Aman oleh Menteri Kominfo, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Sekjen Kementerian Agama dan Staf Ahli Menteri Pendidikan Nasional Bidang Kerjasama Internasional. Komitmen Gerakan Nasional Internet Sehat dan Aman tersebut kemudian dideklarasikan bersama oleh Menteri Kominfo, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Sekjen Kementerian Agama dan Staf Ahli Menteri Pendidikan Nasional Bidang Kerjasama Internasional serta perwakilan dari KOWANI, Tim Penggerak PKK, KPAI, Ketua PP Muslimat NU, Yayasan Kita dan Buah Hati, MUI, PGI, WALUBI, DGI, Parisada Hindu Dharma, KNPI, Kwarnas, AWARI, APJII, PGRI, BEM dan OSIS.


Maksud Rakornas ini adalah untuk mensosialisasikan penggunaan internet secara sehat dan aman ke berbagai kalangan sehingga internet dapat memberi manfaat dan nilai tambah bagi masyarakat. Sedangkan tujuannya adalah untuk merumuskan kebijakan yang tepat dan komprehensif, langkah-langkah strategis, dan rencana aksi yang kongkrit untuk mempercepat pelaksanaan Gerakan Nasional Internet Sehat dan Aman. Adapun sasarannya adalah terciptanya rumusan kebijakan yang komprehensif dan penetapan langkah-langkah strategis untuk gerakan nasional internet sehat dan aman. Selain itu juga dengan sasaran bagi terlaksananya koordinasi yang interaktif dan berkelanjutan antara Kementerian Kominfo dan para pemangku kepentingan (stakeholders), instansi pemerintah pusat, serta pemerintah Daerah (melalui Dinas/Badan Infokom Provinsi, Kabupaten dan Kota) dalam implementasi gerakan nasional internet sehat dan aman.


Melalui Rakornas ini, Kementerian Kominfo dan berbagai instansi pemerintah lainnya yang terkait bersama komunitas TIK yang peduli terhadap dampak negatif penggunaan internet merancang program yang diberi nama
Gerakan Nasional Internet Sehat dan Aman yang bersifat sosialisasi dan memberikan pencerahan kepada masyarakat mengenai arti pentingnya penggunaan internet secara sehat dan aman.

Program Sosialisasi Internet Sehat dan Aman ini menjadi salah satu agenda yang penting mengingat pertumbuhan internet di Indonesia yang sangat pesat dan telah menjadi gaya hidup bagi sebagian besar penduduk Indonesia.


Maraknya kejahatan di dunia maya seperti penyebaran virus (termasuk adware, spyware, malware ), berita bohong ( hoax ), kekerasan online, penipuan, pencurian data, penculikan maupun penyebaran foto/video pribadi merupakan bukti nyata bahwa pengguna internet harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang bahaya dan antisipasinya agar tidak menjadi korban kejahatan di dunia maya.